Aku tahu tidak mudah menjadi dua orang dengan perbedaan. Tapi
aku mau kita tetap saling berdampingan. Kau, tidak perlu menjadi oranglain
untuk bisa bersamaku. Sebab aku mencintaimu, saat kau menjadi dirimu sendiri.
kita tidak perlu saling bersebrangan untuk bisa saling memandang, karena saling
bersebelahanpun bisa menciptakan banyak kenangan.
Perbedaan memang seperti jurang yang melintang. Namun kita
bisa menciptakan jembatan diantaranya untuk saling terhubung. Sesekali, kau
bisa masuk ke duniaku. Bagaimana cara aku mencintai hidupku sebelum dan sesudah
ada kamu. Dan aku bisa memahamimu dengan cara hal yang sama, ikut mencintai
duniamu.
Aku tahu sulit bagimu untuk melangkah bersebelahan denganku,
karena kau selalu melangkah lebih cepat. Namun, tidak ada yang salah saat kita
saling berjalan berdampingan. Banyak hal yang bisa kita nikmati. Kita bisa
saling bertukar cerita seperti biasa, kita bisa melihat banyak orang dan
menjadikannya bahan perbincangan, dan kita bisa berbicara dengan nyaman
kemudian tertawa.
Seperti saat kita sedang bertemu teman-temanmu, tak masalah
jika kamu terfokus pada perbincangan mereka. Karena pada jeda obrolan, kita
bisa saling menatap lalu saling tersenyum. Atau saat kita sedang bertemu teman-temanku,
jangan hanya diam dan berpura-pura dengan gadgetmu. Aku tidak akan melarangmu
ikut berbincang dengan kami. Aku bahkan senang melihatmu bisa sama akrabnya
dengan teman-temanku dan mereka bisa menerimamu hingga suasana tidak terasa
canggung. Karena aku tidak suka keadaan yang kaku.
Atau saat kita sedang membeli makanan, jangan malah berdiam
diri. Kita bisa saling berbicara dan menertawakan hal yang sebelumnya tidak
kita tertawakan. Karena aku suka mendengan tawamu. Aku suka melihat raut wajah
bahagiamu. Karena kamu lucu.
Aku tahu kau tidak suka keramaian, akupun tidak begitu
menyukai keramaian. Tapi kita harus belajar, bahwa kadang keramaian memberi
kita banyak pemahaman. Bukankah kita harus saling memahami? Jadi biarkan cinta
yang membuat kita sama-sama berani, kita akan saling menerima dengan lapang.
Kita selalu akrab saat sedang berdua, tapi bisakah kita juga
terlihat akrab dihadapan orang lain? Bisakah kita saling menyapa saat lewat, walau
kau tidak dalam keadaan akan menemuiku? Bisakah kita membiarkan oranglain
mengetahui tentang siapa kau dan aku? Dan bisakah kita berjalan berdampingan
tanpa khawatir akan ada yang terluka melihat kita?
Aku tahu hal itu asing bagimu dan aku tahu kau tidak
terbiasa dengan hal itu. namun denganku, maukah kau melakukannya? Pelan-pelan
saja dan kita bisa menyesuaikan diri agar kita bisa nyaman satu sama lain. Aku tahu
kita perlu waktu untuk terbiasa dengan hal-hal seperti itu. Tidak masalah
selama kau mau mencoba, karena kau bersamaku.
Aku tahu kita berawal dari dua orang yang asing. Namun setelah
saling mengenal kita harus berusaha saling menyamankan keadaan. Kamu,
terimakasih sudah hadir. Kita akan sama-sama menjadi pembanding, antara
kekuranganku dan kelebihanmu – pun sebaliknya.
#RST2017 (bulan ke 6)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar