Terpopuler

Selasa, 08 Maret 2016

Aku berusaha memahami itu. Setiap hari.



SERIBU EMPAT RATUS EMPAT PULUH  Hari Tanpamu.


Kasih..
Aku hanya seorang manusia yang Tuhan ciptakan untuk terus bertahan dalam perasaan yang tidak pernah aku katakan padamu atau siapapun. Dalam hal ini aku hanya berusaha menyimpanmu dalam bayangan yang sampai saat inipun tak pernah bisa aku rasakan kehadirannya.

Kamu adalah cerita yang tak bisa aku ucapkan. Kamu adalah lagu yang tak bisa aku nyanyikan. Tapi kamu adalah puisi dan sajak yang tidak akan pernah berhenti aku tuliskan.

Seperti apapun yang aku lihat, kamu selalu ada disudut-sudut otakku. Perkenalan singkat kita, entah mengapa masih aku simpan sampai sekarang. Semua perihal kamu adalah apa saja yang sering aku ingat-ingat.

Seharusnya aku tidak sebodoh ini. Memendam dengan sejuta kebohongan. Aku paham betul bagaimana kamu, dan apa saja yang kamu cita-citakan. Hingga aku menyadari tidak ada secuilpun tentang aku di List kehidupanmu. Tidak seperti aku yang menjadikanmu bagian dari doa yang tidak mungkin, tapi selalu aku semogakan.

Malu rasanya mengungkapkan hal yang seharusnya tidak aku bicarakan. Namun saat kau menghilang dari kabar-kabarmu padaku. Aku selalu mencarimu tanpa mau bersuara memanggilmu.

Kasih..
Hingga perkataanku sejauh ini, apa kamu menyadari makna yang aku sembunyikan?

Haruskah aku ungkapkan? Aku memang jatuh hati sejak pertama kali kamu menyapa. Aku memang sering tertawa geli saat pesan singkatmu hadir dilayar handphone ku waktu itu. Jika ini namanya cinta, apa hanya aku saja yang merasakannya?

Seorang teman pernah berkata padaku untuk tidak menyembunyikan sedikitpun perasaanku jika aku tidak sanggup menerima kenyataannya. Hanya saja bagiku, mengatakan hal yang aku sembunyikan sama dengan meminum minuman pahit yang tidak pernah ingin aku telan.

Kalau kauingin tahu bagaimana perasaanku, seluruh kosakata dalam miliyaran bahasa tak mampu mendeskripsikan. Perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan definisi dan arti. Perasaan adalah ruang paling dalam yang tak bisa tersentuh hanya dengan perkatan dan bualan. Aku lelah. Itulah perasaanku. Sudahkah kaupaham? Belum. Tentu saja.

Kasih..
Kamu pernah hadir mengisi hal-hal kosong meskipun tidak dengan cerita yang pasti. Kita tidak punya kenangan khusus seperti oranglain. Tapi, aku juga penasaran kenapa hingga hari ini kamu masih menjadi alasan kenapa aku ingin tetap mencarimu.

Menulis catatan ini, sebenarnya aku tak sanggup. Hanya saja ada hal yang lebih tidak aku sanggupi untuk menahannya. Rasa rindu dan keluhku yang tak pernah kamu tahu. Menangis dengan bungkam adalah hal yang sering aku lakukan saat ingatan membawamu hadir dikelopak mataku.

Sakit rasanya ketika harus menjadi seseorang yang berusaha kuat dan menjalani hari-hari, tapi orang yang diharapkan menyapa tidak kunjung hadir.

Aku juga pernah menangis sejadi-jadinya saat mengetahui betapa kamu memilih orang lain yang jauh lebih baik dari pada diriku. Dan aku menyesali tentang perasaan perihal kamu. Aku mengingatmu sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tak pernah benar-benar tinggal.

Seharusnya aku malu betapa aku jauh dari kata ‘pantas’ untuk menyimpan sebuah rasa padamu. Hanya saja, aku hanyalah manusia yang lahir dengan hati yang harus kuat memendam rasa layaknya ini.

Kasih..
Kamu tidak perlu berusaha mengerti. Ini hanya akan menjadi hal yang akan aku pendam lebih dalam. Untuk mimpi-mimpi yang sudah aku atur kembali dengan tidak menyimpan kamu. Dengan tujuan yang bukan lagi pencarian tentang kamu.

Aku tidak menyesali tentang perasaan ini, atupun pertemuan singkat kita yang menurutku tak akan bisa lagi terulang. Jika dulu kita tidak bertemu, mungkin aku tidak akan berjuang sekeras ini. Jika dulu aku tidak mengenalmu, mungkin aku tidak akan merubah sikapku ke arah yang jauh lebih baik.

Aku hanya ingin meluapkan perasaan yang tertutup dalam. Dan membualkan hal-hal yang sekian lama tertelan.

Menunggu selama 1440 hari adalah hal yang sangat luar biasa. Menjadi seorang “secret admirer” tanpa ada yang mengetahuinya adalah cobaan tersulit perihal perasaan.

Mulai hari ini, aku akan membiasakan diri tanpa perasaan apapun tentangmu. Menunggumu seadanya dan merindukanmu secukupnya.

Senang mengenalmu, bisa bertukar kabar dan menjadi adik kecilmu yang mungkin hanya sekedar itu.




#RST

1 komentar: