Akhir-akhir ini, aku lebih sering memeluk ibu. Mencium pipi,
kening bahkan bibirnya tanpa ragu. Ibu selalu tersenyum karena melihat raut
wajahku yang selalu bahagia. Awalnya aku malu mengatakan hal apa yang terjadi,
namun ku beranikan diri untuk mengungkapkan semuanya.
“Ibu, aku jatuh cinta.” Kataku dengan nada malu.
Aku menyandarkan kepalaku di pangkuannya. Nyaman sekali
rasanya ada di keadaan seperti ini. Setiap harinya hatiku merasakan
letupan-letupan kecil. Ibu mengusap lembut rambutku. Betapa detakan jantungku
terasa lebih nyaman dari biasanya.
“Syukurlah jika sudah ada lelaki yang bisa membuatmu
sebahagia ini.”
Tak pernah aku berhenti bersyukur kepada Tuhan yang maha
segalanya. Karena dia menempatkan kamu dibalik alasan Ia membahagiakanku. Ibu
juga tau, aku tidak pernah sebahagia itu sebelumnya. Sampai-sampai aku
bercerita dengan mata yang tak kuasa menahan haru.
“Aku jatuh cinta padanya karena dia patuh pada perintah
Allah, aku jatuh cinta pada cara dia mendewasakan dirinya. Aku dan dia jarang
sekali saling menatap, aku tidak mau menatap matanya terlalu lama karena aku
takut mencintainya dengan berlebihan. Namun, alasan terbaiknya adalah aku
mencintainya karena Allah. Mudah-mudahan.”
Selepas mengatakan perasaanku yang sebenarnya, ibu mulai
menatapku dengan khawatir. Aku tau, aku menampakan wajah yang memang bisa
dibilang menyedihkan. Kenapa? Karena halaman tengah dari kisahku adalah, dia
sudah bersama dengan yang lain.
“Apa yang menghalangi jalanmu nak?” kata ibu.
“Tidak bu, aku hanya menunggu Tuhan meridhoi niat baikku
mencintainya.” Kataku berusaha tersenyum untuknya. Meskipun sebenarnya perih
saat menyadari bahwa Tuhan masih belum memastikan hadirmu sebagai apa
dihidupku.
“Kita tidak bisa memaksakan apapun dalam hidup. Baik-buruknya
kisah yang kau terima nanti, ibu harap kau tetap ikhlas menjalani hidup.”
Benar kata ibu. Aku hanya memiliki niat yang baik dan berharap
semuanya berjalan dengan baik. Aku tidak pernah ingin memaksakan apapun selagi
Tuhan belum mengizinkannya. Aku selalu yakin kalau memang seharusnya terjadi,
maka sesulit apapun prosesnya maka tetap akan berakhir dengan cara yang
seharusnya.
Jadi aku tidak perlu khawatir dengan cemoohan orang lain
perihal perasaanku atau cibiran orang lain mengenai diriku. Aku tidak pernah
memiliki maksud yang buruk selagi jalanku tetap benar. Karena aku mencintainya
tanpa berlebihan, karena selebihnya hanya rasa sayang yang selalu ingin melihat
dia bahagia. Bagaimanapun caranya.
Jika memang benar seperti itu,jangan sampai tempatkan dirimu di keterpurukan,kebahagiaan telah datang jika semua di dasari dengan keimanan.
BalasHapus(mensyukuri nikmat dan menikmati syukur) itulah mungkin sepenggal kalimat yang mungkin secara pribadi ku alami kak.
Keep a smile on your face,and take your time to make your experience.
Nothing is imposible if cause a god.
Believe,hope,and always be prayer.
terimakasih sudah memberi saran. mudah-mudahan saya juga bisa selalu bersyukur.
HapusGuru terbaik itu adalah pengalaman,jangan sekali kali berharap pada manusia berharap lah pada tuhan dan cintailah tuhan,maka tuhan akan mempertemukan jodoh mu dengan jalan tuhan dan cara tuhan.
BalasHapus