Terpopuler

Kamis, 26 Januari 2017

#DIARISTA (PEMILIK SETENGAH LINGKARAN TERINDAH.)




Aku tidak pernah menyangka awal pertemuan kita bisa berakhir dengan rasa. 

Saat itu, aku melihatmu duduk di kursi paling depan di deretan antara orang-orang penting itu. aku tidak mau perduli tentang siapa kamu dan kenapa kamu ada di sana. Aku hanya tau kamu orang yang berpengaruh di balik acara saat itu. 

Aku kurang paham dengan jalan cerita kita, karena aku tidak pernah memikirkan kamu dulu. Tidak seperti sekarang, yang menjadikan khayalan tentangmu menari-menari di setiap malamnya dalam lamunanku. 

Saat itu, hal yang pertama kali aku sadari adalah kamu duduk di depanku. Hanya saja, kepedulianku belum sebesar ini. Sapaanmu saat itu, aku tidak mau peduli. Sampai akhirnya kau menitip salam pada salah seorang kakak tingkat ku di malam acara waktu itu. 

Aku mulai tidak mengerti dengan kamu, mencari jalan yang sebenarnya konyol hanya untuk tau tentangku lebih lanjut. Namun, kau berhasil menarik perhatianku. Meskipun banyak perkataan yang membuat ku enggan mendekatimu tapi aku percaya jika rasa itu bisa tumbuh diantara kita, mereka yang berkata bisa apa? 

Aku mulai ingin mendekatimu. Aku mulai bertanya-tanya tentangmu. Aku mulai ingin lebih akrab dengan kamu. Dan kamu benar-benar mengalihkan duniaku. Saat aku tau lebih banyak tentangmu, mereka semua menceritakan tentang semua kekuranganmu. Namun, aku tak ingin mempercayai itu. Yang aku mau hanya kamu dan semua yang ada padamu. Kurang dan lebihnya, kita koreksi saja nanti.

Aku terpikat pada cara pandangmu tentang dunia. Bagaimana tenangnya kamu menghadapi masalahmu, dan tidak memperlihatkannya pada orang-orang. aku suka caramu bertanggung jawab dan dewasa. 

Suatu hari nanti, meski kita berbeda. Biarkan aku mencintai dan dicintai olehmu dengan merasakan betapa bahagianya bisa hidup berdampingan denganmu. Jangan pergi dan biarkan aku jatuh cinta berkali-kali padamu. 

Saat ku bangun harapan denganmu. Tiba-tiba saja pondasi yang baru saja akan aku kokohkan runtuh. Mendengar bahwa hatimu sudah ada yang mengisi membuatku sangat hancur. Aku yang tidak membiasakan diri berada di antara dua manusia, merasa sangat terpukul. Aku hanya tidak ingin egois dengan perasaan dan membuat hati yang lain terluka. Rasanya, cukup aku saja yang berangan lalu dihempaskan. Jangan dia yang sudah membuat mimpinya lebih jauh denganmu patah. 

Meskipun terluka setiap fikiranku merabai hadirmu, harapanku tetap tak bisa luntur meskipun sekarang genggamanmu bukanlah aku. Kau sudah lebih dulu jatuh cinta pada orang selain aku. Aku tidak pernah mau tau perempuan mana yang sudah menemanimu lebih dulu, namun aku tetap tidak bisa memendam. Semakin dalam aku memendam, semakin besar harapanku padamu ku agungkan. Melebihi harapan itu egoku lah yang akan memaksa diri ini merebutmu dari manusia mana saja yang memilikimu.

Rasa bersalahku hadir bertubi-tubi di antara raut wajahmu. Kata rindu yang terlalu sering kau ucapkan membuat aku benar-benar jatuh hati padamu. Bahkan berkali-kali. namun sayangnya, aku tak bisa berlama-lama dengan perasaan itu. aku sudah membuat komitmen dengan hatiku. 

Tersakiti, biarlah sendirian. Jangan mengorbankan perasaan orang. biarlah aku yang merasakan pahitnya menjauh darimu. Karena rasa rapuhku yang tak pernah bisa jauh dari sapaan atau perhatianmu. Sebab sungguh, jatuh cintaku rumit padamu.

Maka dengan sangat, aku meminta maaf padamu. Pemilik senyum terindah yang pernah aku cintai dan masih akan aku sayangi. Maaf karena aku menjauh dari perasaan terdalamku. Meski hati tetap teguh menunggumu namun untuk kali ini aku ingin mengabaikan itu. Berbahagialah dengan dia yang sudah jauh lebih dulu denganmu. Hanya saja jangan mencari yang baru karena aku masihlah padamu. Aku sembunyi, di balik perasaan sakit aku masihlah rindu. Rindu yang tujuannya hanya kamu.

Semoga di setiap kali aku mengadu pada penciptamu, dia bisa menyampaikannya padamu bagaimana aku. Sebab cinta tetalah kamu, hadiah yang tidak pasti Tuhan berikan namun selalu aku semogakan.